Desain Kriteria Propeller Clearance Kapal Tradisonal Tipe Pinisi Terhadap Efisiensi Propulsi

  • Andi Haris Muhammad
  • Hasnawiya Hasan
  • Jusman Jusman

Abstract

Sistem propulsi terdiri dari tiga bagian pokok yaitu: penggerak utama, sistem transmisi dan alat penggerak kapal (propeller), perancangan ketiga bagian ini sangat bergantung dari bentuk lambung kapal, khususnya area kerja propeller. Permasalahan klasik yang umumnya timbul dalam perancangan sistem propulsi adalah tidak tercapainya kecepatan operasi yang direncanakan atau rendahnya efisiensi propulsi yang dihasilkan. Fenomena ini juga banyak dialami kapal-kapal yang dibangun secara tradisional. Penelitian ini adalah kajian desain kriteria propeller clearance pada kapal tradisional tipe pinisi, khususnya terhadap peningkatan efisiensi propulsi kapal. Pengujian daya dorong kapal dilaksanakan pada tangki tarik dengan model panjang 1,2 m (skala 1/35). Hasil penelitian dengan metode gravitasi menujukan bahwa besaran daya dorong yang dihasilkan sangat bergantung pada jarak peletakan propeller. Daya dorong optimal terjadi pada jarak 1,5 m dari poros linggih, harga tersebut akan berkurang sesuai penambahan/pengurangan jarak tersebut. Tidak optimalnya thrust yang dihasilkan pada kondisi peletakan normal (jarak antara 0.35 – 0.7 m dari linggih poros) dikarenakan sudut kemiringan antara waterline dan longitudinal axis lambung kapal bagian buritan kapal melebihi ketentuan yang disyarakan.

Published
2018-01-05
How to Cite
Muhammad, A., Hasan, H., & Jusman, J. (2018, January 5). Desain Kriteria Propeller Clearance Kapal Tradisonal Tipe Pinisi Terhadap Efisiensi Propulsi. Jurnal Penelitian Enjiniring, 20(1), pp. 28-31. Retrieved from http://cot.unhas.ac.id/journals/index.php/jpe/article/view/7
Section
Articles