Strategi Pengembangan Infrastruktur Energi Listrik untuk Mewujudkan Makassar Sustainable City

  • Ichsan Caesar Pratama Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin
  • Muhammad Yamin Jinca Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin
  • Yashinta Kumala Dewi Sutopo Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin
Keywords: Energi baru terbarukan, Kota Makassar, listrik, strategi pengembangan

Abstract

Kota Makassar merupakan salah satu kota metropolitan yang memiliki aktivitas perekonomian yang padat. Peningkatan ekonomi sejalan dengan bertambahnya jumlah penduduk sehingga penggunaan energi yang dibutuhkan meningkat secara signifikan. Penelitian ini bersifat riset and development dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan dan ketersediaan infrastruktur energi listrik di Kota Makassar dan memberikan strategi pengembangan energi baru terbarukan untuk mewujudkan sustainable city di Kota Makassar. Metode pengumpulan data dilakukan dengan studi dokumen, observasi, wawancara, dan pengisian kuesioner. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis laju pertumbuhan penduduk dan ekonomi untuk mengetahui arah pembangunan Kota Makassar. Analisis pertumbuhan pengguna listrik dan forecasting supply-demand untuk mendapatkan total pengguna serta kebutuhan listrik. Analisis spasial dan penyediaan energi terbarukan untuk mengetahui lokasi dan kapasitas serta efektivitas sumber energi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan karakteristik kebutuhan energi listrik Kota Makassar terdiri dari sektor rumah tangga, bisnis, publik, dan industri. Kota Makassar memiliki kapasitas pembangkit sebesar 1.686 MW, terdiri dari energi konvensional sebesar 60% dan energi baru terbarukan sebesar 40% dengan efektivitas penggunaan sebesar 94,84%. Tahun 2018 energi listrik mengalami defisit sebesar 125,99 MW dan 5.759,56 MW pada tahun 2037. Untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan yang melebihi persediaan energi listrik dilakukan strategi pengembangan pemenuhan energi jangka panjang. Periode (2017-2022) dibutuhkan pembangkit listrik sebesar 12,8%, periode (2022-2027) sebesar 18,8%, periode (2027-2032) sebesar 27,7%, dan periode (2032-2037) sebesar 40,7%. Strategi pengembangan energi terbarukan dilakukan dengan transformasi energi konvensional menjadi energi baru terbarukan menjadi 80%. Strategi penerapan energi baru terbarukan yang digunakan yaitu energi gas alam, biomassa, dan energi ombak.

Published
2019-05-31
Section
Articles